Pages

Jumat, 29 November 2013

Pena Hitam



                Semua berawal dari yang bisa dan tidak mungkin. Betapa tidak perasaan ini tiba-tiba muncul di l
orong hatiku yang kosong. Dia membuat segalaya menjadi berubah. Aku bertanya pada diriku sendiri “benarkah dia yang ada dalam hati ini ? Jika memang dia, mengapa memang harus dia ?”
                Panggil saja dia ‘black’ mengapa demikian, karena bagiku dia memiliki banyak
misteri yang ingin sekali aku tanyakan padanya. Tapi, bagaimana jika ia tak ingin menjawab semua pertanyaan ku. Ah sudahlah.
                Ponselku bergetar tanda pesan masuk datang, aku tak menyangka. Dan aku merasa semua ini hanyalah bunga tidurku saja. Karena bagi aku apapun yang mustahil pasti akan menjadi nyata dalam mimpi. Aku terdiam perasaan ku entah kemana. Iya, aku bahagia saat itu dia mengirimiku pesan singkat. Saat itu adalah waktu yang tak ingin sama sekali aku hentikan & lewatkan.
                Semakin hari aku terbiasa menerima pesan singkat darinya. Kami pun sempat saling berbalas pesan. Memang itu tak istimewa karena setiap orang bisa melakukanya. Aku tersenyum sendiri dan berfikir bahwa dia menyukai ku. Walaupun ku tau tidak mungkin dia memiliki perasaan yang sama seperti ku. Satu bulan kami selalu dekat, dan aku merasakan sikap yang berbeda darinya. Ia menjadi lebih hangat dan ramah. Lagi-lagi aku bertanya pada hati kecilku, “mungkinkah dia menyukaiku? Ataukah memang sikap nya yang belum aku pahami ?”
                Dia membuat aku seakan-akan mencari jawaban itu sendiri. Melelahkun bukan? Tapi aku tak berfikir aku tidak bisa dan aku tak merasakan lelah. Entahlah aku pun tidak memperdulikan perkataan orang lain yang bisa membuat aku berhenti dan menghentikan langkah ku. Aku terus berjalan & menatap kedepan. Aku menganggap kebahagiaan akan menyambutku esok hari.
                Kini, semuanya berubah, memang ini semua salahku yang memutuskan untuk menyerah dan tak ingin memperjuangkan perasaan ini lagi. Dia bukan dia yang aku kenal, dia seperti pencopet yang muncul tiba-tiba lalu meninggalkan dengan penuh rasa ketidak pedulian. Apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya bisa menangis dan menangis karena mu? Apakah kamu merasa bangga ketika kamu menjadi penyebab wanita itu menangis? Dimana kau letakan hati nuranimu? Kapankah kamu akan menggunakan hatimu untuk menghargai orang lain? Apakah mungkin aku hanya pena hitam mu yang kamu tuliskan, lalu kamu membuangnya dengan mengambil kertas putih baru untuk kamu tuliskan kembali pada orang yang berbeda? Cukup !! Aku mohon hentikan. Cukup aku & jangan mereka yang menderita karena mu.
                Aku tak habis pikir dan tak menyangka kalau kamu akan sesadis itu. Mungkin dari awal aku yang salah, aku yang membiarkanmu masuk dalam kehidupanku dan keluar begitu saja setelah kamu menghancurkanya. Anggapan buruk dipiranku tentang mu semakin menjadi-jadi, membuat ku muak dengan perasaan yang pernah aku titipkan padamu lalu kamu mengembalikanya padaku.
                Aku memang bukan penulis handal, aku hanyalah aku yang biasa. Tak sepertimu yang ahli melakukan sandiwara dan menghancurkan perasaan seseorang. Berbahagialah kamu dengan pena hitam menjadikan serpihan curahan hatimu yang sudah ku susun rapih untukmu.




Created by : Syarifa Nur Aiman 

0 komentar:

Posting Komentar