Semua
berawal dari yang bisa dan tidak mungkin. Betapa tidak perasaan ini tiba-tiba
muncul di l
orong hatiku yang kosong. Dia membuat segalaya menjadi berubah. Aku bertanya pada diriku sendiri “benarkah dia yang ada dalam hati ini ? Jika memang dia, mengapa memang harus dia ?”
orong hatiku yang kosong. Dia membuat segalaya menjadi berubah. Aku bertanya pada diriku sendiri “benarkah dia yang ada dalam hati ini ? Jika memang dia, mengapa memang harus dia ?”
Panggil
saja dia ‘black’ mengapa demikian, karena bagiku dia memiliki banyak
misteri
yang ingin sekali aku tanyakan padanya. Tapi, bagaimana jika ia tak ingin
menjawab semua pertanyaan ku. Ah sudahlah.
Ponselku
bergetar tanda pesan masuk datang, aku tak menyangka. Dan aku merasa semua ini
hanyalah bunga tidurku saja. Karena bagi aku apapun yang mustahil pasti akan
menjadi nyata dalam mimpi. Aku terdiam perasaan ku entah kemana. Iya, aku bahagia
saat itu dia mengirimiku pesan singkat. Saat itu adalah waktu yang tak ingin
sama sekali aku hentikan & lewatkan.
Semakin
hari aku terbiasa menerima pesan singkat darinya. Kami pun sempat saling
berbalas pesan. Memang itu tak istimewa karena setiap orang bisa melakukanya.
Aku tersenyum sendiri dan berfikir bahwa dia menyukai ku. Walaupun ku tau
tidak mungkin dia memiliki perasaan yang sama seperti ku. Satu bulan kami
selalu dekat, dan aku merasakan sikap yang berbeda darinya. Ia menjadi lebih
hangat dan ramah. Lagi-lagi aku bertanya pada hati kecilku, “mungkinkah dia
menyukaiku? Ataukah memang sikap nya yang belum aku pahami ?”
Dia
membuat aku seakan-akan mencari jawaban itu sendiri. Melelahkun bukan? Tapi aku
tak berfikir aku tidak bisa dan aku tak merasakan lelah. Entahlah aku pun tidak
memperdulikan perkataan orang lain yang bisa membuat aku berhenti dan
menghentikan langkah ku. Aku terus berjalan & menatap kedepan. Aku menganggap
kebahagiaan akan menyambutku esok hari.
Kini,
semuanya berubah, memang ini semua salahku yang memutuskan untuk menyerah dan
tak ingin memperjuangkan perasaan ini lagi. Dia bukan dia yang aku kenal, dia
seperti pencopet yang muncul tiba-tiba lalu meninggalkan dengan penuh rasa
ketidak pedulian. Apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya bisa menangis dan
menangis karena mu? Apakah kamu merasa bangga ketika kamu menjadi penyebab
wanita itu menangis? Dimana kau letakan hati nuranimu? Kapankah kamu akan
menggunakan hatimu untuk menghargai orang lain? Apakah mungkin aku hanya pena
hitam mu yang kamu tuliskan, lalu kamu membuangnya dengan mengambil kertas
putih baru untuk kamu tuliskan kembali pada orang yang berbeda? Cukup !! Aku
mohon hentikan. Cukup aku & jangan mereka yang menderita karena mu.
Aku
tak habis pikir dan tak menyangka kalau kamu akan sesadis itu. Mungkin dari
awal aku yang salah, aku yang membiarkanmu masuk dalam kehidupanku dan keluar
begitu saja setelah kamu menghancurkanya. Anggapan buruk dipiranku tentang mu
semakin menjadi-jadi, membuat ku muak dengan perasaan yang pernah aku titipkan
padamu lalu kamu mengembalikanya padaku.
Aku
memang bukan penulis handal, aku hanyalah aku yang biasa. Tak sepertimu yang
ahli melakukan sandiwara dan menghancurkan perasaan seseorang. Berbahagialah
kamu dengan pena hitam menjadikan serpihan curahan hatimu yang sudah ku susun rapih
untukmu.
Created by : Syarifa Nur Aiman



0 komentar:
Posting Komentar